SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan Persembahkan Kolaborasi Seni Tradisi di Ajang Promosi Potensi Kotim

Dalam rangka Bulan Sosialisasi Potensi Kabupaten Kotawaringin Timur, SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan dipercaya mewakili Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menampilkan persembahan kolaborasi seni musik tradisional, seni tari, dan seni Habsy bertajuk “Baayun Anak Pihubbi”. Kegiatan berlangsung di Desa Ujung Pandaran pada 5–7 Desember 2025.
Persembahan ini mengangkat kembali tradisi sakral masyarakat Samuda yang dahulu dijaga oleh Almarhumah Bunda Sawiyah, istri pejuang Samuda Almarhum H. Umar Hasim. Tradisi Baayun—mengayun bayi saat Maulid—dipadukan dengan lantunan syair Pihubbi (bermakna “demi cintaku”), sebagai ungkapan kasih dan pujian kepada Rasulullah ﷺ. Simbol pemasangan kalung koin emas dimaknai sebagai doa keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat bagi generasi penerus. Seluruh rangkaian disajikan lembut, khidmat, dan sarat nilai cinta serta ketulusan warisan budaya.
Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Wahyudah, S.Ag, selaku Camat Mentaya Hilir Selatan, dengan penanggung jawab penampilan Fathurrahman, S.Pd, Kepala SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan. Adapun penataan tari dan musik digarap oleh Siti Rachman, S.Pd, guru SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan. Para pelaku seni merupakan siswa-siswi sekolah tersebut, yakni Amel, Alda, Dea, Alvi, Aura, Abid, Agni, Tiza, Saidi, Fiqri, Faisal, Aal, Ihsan, dan Hendra, yang tampil penuh dedikasi.

Apresiasi tinggi disampaikan langsung oleh H. Halikinnor, S.H., M.M. bersama Irawati, S.Pd. usai pertunjukan, berupa pujian atas kualitas artistik dan makna budaya yang disajikan, serta dukungan pembinaan bagi tim seni SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan. Sejumlah pejabat daerah, kepala OPD terkait, unsur Forkopimda, camat se-Kabupaten Kotawaringin Timur, dan tamu undangan turut menyaksikan rangkaian kegiatan promosi potensi daerah tersebut.
Melalui persembahan “Baayun Anak Pihubbi”, SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan tidak hanya menampilkan keunggulan seni pelajar, tetapi juga menegaskan peran pendidikan sebagai penjaga dan penggerak pelestarian budaya lokal dalam bingkai pembangunan daerah. (mars25)


Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini