SMAN 1 MHS Gelar In House Training, Perkuat Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di Era Digital
Mentaya Hilir Selatan, 2 November 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu layanan pendidikan, SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan (SMAN 1 MHS) menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan”, Senin (2/11/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Kombel SMAN 1 MHS dan secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 MHS, Fathurrahman, S.Pd.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni I Wayan Sarman, M.Pd., selaku Pengawas Pembina SMAN 1 MHS, dan Marsudi, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 MHS. Keduanya menyampaikan materi yang saling melengkapi, mulai dari penguatan kompetensi pendidik hingga pentingnya membangun reputasi sekolah melalui pemanfaatan teknologi dan media digital.

Penguatan Kualitas Pembelajaran dan Refleksi Supervisi
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Riqa Annisa, S.Pd., dilanjutkan pembacaan doa oleh Fani Kurnia Rahman, S.Pd. Selanjutnya, Kepala SMAN 1 MHS, Fathurrahman, S.Pd., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan gambaran kondisi terkini SMAN 1 MHS, baik dari aspek pelaksanaan pembelajaran, sarana dan prasarana, maupun berbagai tantangan yang dihadapi sekolah. Beliau juga menegaskan bahwa IHT menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan agar semakin siap menghadapi dinamika dunia pendidikan.
Agenda berikutnya diisi dengan penyampaian informasi pelaksanaan pembelajaran oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Miyke Arianti, S.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bentuk penyesuaian kegiatan belajar mengajar akibat bencana kabut asap yang melanda wilayah sekitar.
Pelaksanaan PJJ tersebut turut diawasi dan dipantau oleh guru piket guna memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan baik, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sekolah.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan refleksi hasil supervisi akademik yang telah dilaksanakan oleh Pengawas Pembina, I Wayan Sarman, M.Pd. Supervisi tersebut memberikan gambaran secara langsung mengenai praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru di kelas.
Beberapa guru, di antaranya Riqa Annisa, S.Pd., Lily Yani, S.Pd., serta guru lainnya, turut menyampaikan refleksi dan pengalaman mereka dalam melaksanakan pembelajaran. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah upaya guru dalam memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.
Refleksi ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus evaluasi bersama untuk terus memperbaiki kualitas proses pembelajaran.

Membangun Jejak Digital dan Menjaga Kehormatan Sekolah
Memasuki sesi materi pertama, Marsudi, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, menyampaikan materi bertajuk “Membangun Jejak Digital, Menjaga Kehormatan Sekolah: Keteladanan, Profesionalisme, dan Reputasi Abadi SMAN 1 MHS.”
Dalam pemaparannya, Marsudi menekankan bahwa reputasi sekolah tidak hanya dibangun melalui prestasi akademik dan nonakademik, tetapi juga melalui perilaku, komunikasi, serta jejak digital seluruh warga sekolah.
Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menjaga nama baik institusi, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun ketika beraktivitas di ruang digital. Sikap profesional, etika berkomunikasi, kehati-hatian dalam membagikan informasi, serta keteladanan dalam bermedia sosial merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Selain itu, beliau mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk berperan aktif dalam mengoptimalkan website resmi dan media sosial sekolah. Kedua platform tersebut bukan sekadar sarana publikasi kegiatan, melainkan juga menjadi pusat informasi publik, dokumentasi prestasi, media komunikasi, serta instrumen membangun digital branding SMAN 1 MHS.
Melalui keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, berbagai kegiatan positif, inovasi pembelajaran, prestasi peserta didik, dan program sekolah diharapkan dapat terdokumentasi serta tersampaikan kepada masyarakat secara informatif, transparan, dan bertanggung jawab.

Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Materi kedua disampaikan oleh Pengawas Pembina SMAN 1 MHS, I Wayan Sarman, M.Pd., dengan tema “Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan.”
Sesi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman guru dan tenaga kependidikan mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas secara profesional. Penguatan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi dan keterampilan mengajar, tetapi juga mencakup kemampuan beradaptasi, mengembangkan diri, berkolaborasi, serta memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Para peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan pengembangan mutu pendidikan di sekolah.
Evaluasi dan Pembahasan Kurikulum Sekolah
Setelah istirahat, salat, dan makan (ISHOMA), kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Kurikulum SMAN 1 MHS yang dipandu oleh Pengawas Pembina, I Wayan Sarman, M.Pd.
Pembahasan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai arah dan pelaksanaan kurikulum di satuan pendidikan, sekaligus memastikan bahwa penyelenggaraan pembelajaran senantiasa selaras dengan kebijakan pendidikan dan kebutuhan peserta didik.

Komitmen Bersama untuk Terus Bertumbuh
Melalui pelaksanaan IHT ini, SMAN 1 MHS menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya belajar dan budaya kerja yang profesional, adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik nyata, baik melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi, penguatan karakter, maupun kontribusi aktif dalam menjaga reputasi sekolah.
Pada akhirnya, kemajuan sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, melainkan hasil dari kolaborasi seluruh warga sekolah. Setiap guru dan tenaga kependidikan memiliki peran dalam menghadirkan perubahan positif serta mewujudkan visi SMAN 1 MHS, yaitu Generasi BERLIAN (Beriman, Kreatif, Inovatif, Berdaya Saing Global, serta Peduli Lingkungan).
Tiada hari tanpa perubahan, perubahan positif adalah PRESTASI.

Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
